Keep Fight

Keep Fight there is no useless outcome

Keep Strong

The person who assists a brother at times of difficulty then Allah will assist him in his time of need.

Pengorbanan

Jangan pernah mengorbankan 3 hal : keluarga anda, hati anda dan kewibawaan anda.

Pelajaran Paling Berharga

Pelajaran paling berharga adalah pelajaran yang anda ajarkan pada diri sendiri.

Kemenangan

Menang bukanlah segalanya namun upaya untuk menang adalah segalanya.

Wednesday, March 9, 2016

Perilaku Biaya Kualitas



Perilaku Biaya Kualitas  

   1. Dasar-Dasar Perilaku Biaya
       Perilaku biaya adalah cara biaya berubah dalam hubungannya dengan perubahan penggunaan aktivitas. Atau dengan kata lain perilaku biaya adalah istilah untuk menggambarkan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan output. Biaya-biaya bereaksi pada perubahan output dengan berbagai macam cara yaitu :
1.     Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang dalam jumlah total tetap konstan dalam rentang yang relevan ketika tingkat output aktivitas berubah. Rentang yang relevan adalah rentang output dimana asumsi hubungan biaya/output berlaku. Contoh : biaya listrik, biaya penyusutan, biaya sewa gedung.
2.    Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang dalam jumlah total bervariasi secara proporsional atau sebanding dengan perubahan output. Contoh : biaya bahan baku.
3.    Biaya Campuran
Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen biaya tetap dan biaya variabel sekaligus.Contoh : gaji dan bonus penjualan.
        Untuk dapat mengklasifikasikan biaya sesuai dengan perilakunya maka diperlukan berbagai pertimbangan atas dasar :

         1.     Waktu
Menentukan apakah suatu biaya merupakan biaya tetap atu biaya variabel tergantung pada batasan waktu, tetapi batasan ini bersifat subjektif, tergantung dari prespektif tiap-tiap manajer.
2.    Sumber daya dan ukuran output
Setiap aktivitas memerlukan sumber daya, sumber daya ini kemudian digabungkan dan diolah untuk menghasilkan output. Salah satu bentuk untuk mengukur output adalah frekuensi dilakukannya aktivitas tersebut. Semakin sering frekuensi melakukan aktivitas, semakin besar pula biayanya

  2. Perilaku Biaya Kualitas
Kualitas dapat diukur berdasar biayanya.Perusahaan menginginkan agar biaya kualitas turun, namun dapat mencapai kualitas yang lebih tinggi, setidak-tidaknya sampai dengan titik tertentu.Memang, jika standar kerusakan nol dapat dicapai, perusahaan masih harus menanggung biaya pencegahan dan penilaian. Suatu perusahaan dengan program pengelolaan kualitas yang dapat barjalan dengan baik, menurut pakar kualitas biayanya tidak lebih dari 2,5 % dari penjualan. Standar 2,5% tersebut mencakup biaya kualitas secara total sedangkan biaya untuk setiap elemen secara individual lebih kecil dari jumlah tersebut. Setiap organisasiharus menentukan standar yang tepat untuk setiap elemen secara individual.Anggaran dapat digunakan untuk menentukan besarnya standar biaya kualitas setiapelemen secara individual sehingga biaya kualitas total yang dianggarkan tidak lebihdari 2,5 % dari penjualan. Agar standar biaya kualitas dapat digunakan dengan baikperlu dipahami perilaku biaya kualitas sebagai berikut:
Perusahaan harus dapat mengidentifikasi perilaku setiap elemen biaya kualitas secaraindividual.Sebagian biaya kualitas bervariasi dengan penjualan, namun sebagianlainnya tidak. Agar laporan kinerja kualitas dapat bermanfaat, maka:
1. Biaya kualitas harus digolongkan ke dalam biaya variabel dan biaya tetapdihubungkan dengan penjualan

2. Untuk biaya variabel, penyempurnaan kualitas dicerminkan oleh penguranganrasio biaya variabel. Pengukuran kinerja dapat menggunakan salah satu dari duacara berikut :
a) Rasio biaya variabel pada awal dan akhir periode tertentu dapat digunakan untuk menghitung penghematan biaya sesungguhnya, atau kenaikan biaya sesungguhnya.
b) Rasio biaya dianggarkan dan rasio sesungguhnya dapat juga digunakan untuk mengukur kemajuan ke arah pencapaian sasaran periodik.

     3.    Untuk biaya tetap, penyempurnaan biaya kualitas dicerminkan oleh perubahan absolut jumlah biaya tetap.

Biaya kualitas dievaluasi dengan membandingkan biaya sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan.Pembandingan biaya kualitas tetap menggunakan jumlah absolut biaya yang sesungguhnya dibelanjakan dengan yang dianggarkan.Sedangkan biaya kualitas variabel dapat dibandingkan dengan menggunakan persentase dari penjualan, atau jumlah rupiah biaya, atau kedua-duanya.Apabila manajer terbiasa berhadapan dengan jumlah absolut atau jumlah rupiah, maka pendekatan yang terbaik adalah dengan membandingkan jumlah rupiah biaya dengan dilengkapi ukuran persentase. Perhitungan persentase ini dapat memberikan informasi pada manajemen mengenai seberapa baik standar biaya kualitas sebesar 2,5 % dapat tercapai (Tjiptono dan Diana, 2003).
  
  4. Manfaat Informasi Biaya Kualitas
Menurut Garrison, Noreen dan Brewer (2006) laporan biaya kualitas memiliki beberapa kegunaan:
1.     Informasi biaya kualitas membantu para manjer melihat keuntungan financial dari cacat.

2.    Informasi biaya kualitas membantu para manajer mengidentifikasikan pentingnya masalah-masalah kualitas yang dihadapi perusahaan.

        3. Informasi biaya kualitas membantu para manajer melihat apakah biaya- biaya                  kualitas di perusahaan mereka didistribusikan secara tidak baik.

Menurut Hansen dan Mowen (2001) manfaat biaya kualitas sebagai berikut:
a) Pengambilan keputusan manajemen untuk pihak internal, dan bagi pihak eksternalyaitu untuk menilai kualitas perusahaan melalui program-program seperti ISO9000.
           b) Untuk menerapkan dan mengawasi efektifitas program kualitas.
Jadi, manfaat biaya kualitas adalah untuk membantu manajemen menentukan laba,juga untuk mengambil keputusan strategi, serta untuk mempermudah pelaksanaanprogram pengendalian kualitas.


Kesimpulan


Perilaku biaya adalah cara biaya berubah dalam hubungannya dengan perubahan penggunaan aktivitas. Atau dengan kata lain perilaku biaya adalah istilah untuk menggambarkan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan output. Dengan demikian biaya kualitas dapat dipakai oleh perusahaan sebagai pengukur keberhasilan program perbaikan kualitas.Hal ini berkaitan dengan kebutuhan perusahaan yang harus selalu memantau dan melaporkan kemajuan dari program perbaikan tersebut.Untuk itu suatu perusahaan perlu membuat laporan biaya kualitas. Informasi yang ada dalam laporan biaya kualitas secara garis besar memberikan manfaat (1) Sebagai alat untuk mengukur kinerja (2) Sebagai alat analisis mutu proses (3) Sebagai alat pemprograman (4) Sebagai alat penganggaran yaitu untuk membuat anggaran pengeluaran dalam mencapai program pengendali mutu (5) Sebagai alat peramal yaitu untuk mengevaluasi dan menjamin prestasi produk dalam memenuhi persaingan pasar.

Laporan Keuangan


Laporan keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
Neraca
Laporan laba rugi komprehensif
Laporan perubahan ekuitas
Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana
Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.


1 Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan
2 Pemakai Laporan Keuangan
3 Tujuan Laporan Keuangan
4 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan
Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan (bahasa Inggris: financial reporting) dan laporan keuangan (bahasa Inggris: financial reports). Pelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum atau Generally Accepted Accounting Principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen (bahasa Inggris: statement) dan laporan (bahasa Inggris: report)


Pemakai Laporan Keuangan
Investor
Karyawan
Pemberi Pinjaman
Pemasok dan Kreditor usaha lainnya
Pelanggan
Pemerintah
Masyarakat


Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.


Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
Dapat Dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna


Relevan
Laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna;
Keandalan
Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material;

Dapat diperbandingkan

Saturday, March 5, 2016

Manajemen Kantor Dan Informasi


Manajemen Kantor Dan Informasi

Pengertian Manajemen kantor
Manajemen perkantoran adalah suatu kegiatan pengelolaan data dan informasi yang dilakukan secara teratus, sistematik dan terus menerus, mengikuti kegiatan organisasi dengan tujuan mencapai keberhasilan tugas organisasi yang bersangkutan. Pekerjaan kantor atau tata usaha, sering disebut dengan istilah office work atau clericalwork. Yang harus diadakan penataan agar pekerjaan tersebut berjalan dengan baik. Penataan atau pengelolaan terhadap pekerjaan kantor itu disebut manajemen perkantoran. (Office Management).
Manajemen kantor disebut juga manajemen informasi atau manajemen administrasi merupakan penerapan fungsi-fungsi untuk beberapa kegiatan pokok yaitu : penciptaan, pengumpulan, pengolahan, pengarsippan, pencarian, penyebaran, penghancuran informasi dll.
Ø fungsi-fungsi manajemen kantor meliputi :
   a)     Perencanaan
Tanpa perencanaan,pelaksanaan suatu pekerjaan hanya akan membuang-buang waktu,material serta tenaga.untuk menghindari hal-hal semacam itu,kepala kantor harus menjawan beberapa pertanyaan tersebut yaitu:apa yang harus dikerjakan , bagaimana,berapa lama,dimana ,siapa,dan mengapa?.
Kepala kantor yang telah membuat perencanaan suatu pekerjaan akan dapat menghindari kesulitan-kesultan yang ada,juga dapat melaksanakan kegiataannya secara efektif.




   b)    Pengorganisasian dan pengkoordinasian
Setelah menetapkan tujuan dan pengembangan rencana tahap selanjutnya adalah pengorganisasian dan pengkoordinasian. Seorang manajer harus bisa mengidentifikasi sumber-sumber daya yang dimiliki dan mengelolanya dengan baik sehingga bisa di pakai untuk melaksanakan rencana.
Pengorganisasian dan pengkoordinasian meliputi pengklasifikasikan dan pembagian pekerjaan melalui cara-cara sebagai berikut :
1.     Menentuka aktivitas kerja yang perlu di kerjakan secara spesifik untuk mencapai tujuan organisasi
2.     Pembagian tugas-tugas tertentu menurut urutan / struktur yang masuk akal
3.     Memberikan tugas tersebut pada orang / bagian yang tepat.

   c)     Pengawasan
Tiga alat pokok yang dapat digunakan oleh kepala kantor untuk mengadakan pengawasan atas biaya-biaya dalam hubungan dengan pekerjaan kantor adalah :
  Ø Standart Biaya
3 faktor dalam pengawasan standart biaya :
·        Biaya stadart (Standart cost) : yaitu data yang menunjukan apakah suatu pekerjaan memerlukan sejumlah biaya atau tidak.
·        Biaya sesungguhnya (Actual Cost) : yaitu data yang menunjukan biaya sesungguhnya.
·        Pembandingan antara biaya standart dengan biaya sesungguhnya : yaitu dalam perbandingan ini akan diketahui apakah terjadi perbedaan antara kedua macam biaya tersebut, sehingga lebih mudah untuk di awasi.
Dalam menentukan standart biaya sangat erat hubunganya dengan masalah waktu, jadi masing-masing tugas haruslah memperhatikan waktu, begitu pula dalam memperhitungkan biaya standartnya.

  Ø Proyeksi Beban
Proyeksi beban kerja membagi pekerjaan menurut batas-batas jam kerja standart per minggu, seberapa jauh ketetapan waktu yang bisa dicapai. Dapat terjadi bahwa waktu yang sesungguhnya dicapai lebih besar, daripada waktu yang di proyeksikan, dapat pula erjadi sebaliknya dimana waktu yang sesungguhnya di capai kurang dari apa yang di proyeksikan.

  Ø Penyusunan Anggaran
Dasar dalam penyusunan anggaran pengluaran untuk administrasi dengan cara : merubah jam kerja standart ke dalam rupiah standart  atau (jam x upah).
Tambahan rupiah standart setiap minggunya akan menentukan jumlah biaya tenaga kerja langsung yang akan direncanakan untuk tahun mendatang.

Pengertian Informasi
Informasi adalah sejumlah data yang telah diproses dan disajikan sedemikian rupa,sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan seperti pengambilan keputusan.
Pengolahan serta pengendalian data,meliputi kegiatan-kegiatan seperti: pembacaan,penulisan,penghitungan,penyortiran,pemasukkan ke dalam ormulir-formulir dan sebagainya.

  Ø Tujuan pengumpulan informasi
Terdapat dua alasan pokok dalam pengumpulan informasi yang dibutuhkan,yaitu:
     1)    Meningkatkan disiplin
Informasi yang diterima oleh seseorang merupakan factor dasar yang menentukan tentang apa saja yang harus dikerjakan sedangkan informasi yang diberikan seseorang kepada orang lain merupakan suatu laporan tentang hasil yang telah dicapai.dan merupakan tanggung jawabnya.

     2)    Memberikan dasar bagi pengambilan keputusan
Salah satu tugas dari seorang manajer adalah mencapai tujuan yang telah ditetapkan.berhasil aau tidaknya mencapai tujuan tersebut sangat ditentukan oleh tepatnya keputusan serta tepatnya waktu dalam pengambilan keputusan.agar keputusan yang diambil tepat,maka informasi yang dibutuhkan harus lengkap,teliti dan tersedia tepat pada waktunya.kurang lengkap serta kurang telitinya dalam menggunakan informasi untuk mengambil keputusan dapat menimbulkan kesulitan.

  Ø Penggolongan informasi.
Agar informasi yang digunakan dapat sesuai dengan masalah yang dihadapinya,maka perlu diadakan penggolongan informasi ke dalam beberapa kelompok yang sangat membantu manajemen .penggolongan tersebut membagi informasi menjadi lima golongan yaitu :
1) Informasi internal dan eksternal.
Penggolongan informasi ke dalam internal ( informasi berasal dari dalam) dan eksternal (informasi berasal dari luar)ini didasarkan pada sumber informasi tersebut.

2) Informasi yang diulang dan yang tidak diulang
Disini penggolongan informasi didasarkan pada jarak/interval waktunya.informasi yang mempunyai interval waktu kurang dari satu tahun dikategorikan sebagai informasi yang diulang,sedangkan lainnya dikategorikan sebagai informasi yang tidak diulang.

3) Informasi keharusan dan operasional
Informasi keharusan merupakan informasi yang diminta sebagai prasyarat oleh pemerintah atau lembaga-lembaga lain diluar perusahaan.berbeda dengan informasi keharusan,informasi operasional ini lebih banyak dibutuhkan oleh para manager dalam perusahaan.mereka membutuhkan informasi tersebut untuk keperluan perencanaan.

4) Informasi aktif dan pasif
Informasi aktif adalah informasi yang diberitahukan kepada seseorang bahwa ia (si penerima)harus melakukan sesuatu.sedangkan informasi pasif hanya bersifat sebagai pemberitahuan saja.

5) Informasi yang sudah terjadi dan akan terjadi.
Informasi yang sudah terjadi merupakan informasi yang penggunaannya dilakukan pada waktu lampau,sedangkan informasi yang baru akan digunakan untuk waktu mendatang.

  Ø Sifat-sifat informasi
1) membantu dalam pencapaian tujuan
informasi dapat membantu dalam mencapai tujuan yang diharapkan,misalnya : menekan biaya-biaya,pembayaran upah yang layak, dll.informasi tersebut sangat di perlukan untuk melaksanakan pekerjaan pada masing masing bagian.

2) Memberikan pelayanan pada bagian lain
Informasi dapat pula memberikan pelayanan dari satu bagian ke bagian yang lain dalam perusahaan. Contoh : Bagian produksi, didalam pelaksanaan kegiatannya memerlukan informasi-informasi dari bagian penjualan dan bagian keuangan.

3) Tersebar keseluruh bagian perusahaan
Informasi ini tersebar di seluruh Bagian yang ada dalam perusahaan, sebab semua orang membutuhkannya. Selain itu informasi tersebut juga diperlukan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dalam perusahaan

4) Mmemberikan kontribusi secara tidak langsung kepada laba  perusahaan
Peranan dari sifat informasi ini sangat menonjol bilamana informasi yang diperlukan itu di arahkan untuk mempertimbangkan pengeluaran-pengeluaran perusahaan. Kalau informasi yang diperlukan untuk menekan/mengurangi biaya sangat kurang sehingga pengeluaran tetap tinggi, maka akan terjadi bahwa keuntungan yang di capai tidak dapat di tingkatkan.

Desain dan Perilaku Organisasi


Desain dan Perilaku Organisasi

Pengertian Organisasi
Organisasi secara epistimologi   => (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
Organisasi menurut  M. Dahlan Al Barry merupakan pengaturan dan penyusunan bagian-bagian tertentu hingga menjadi satu kesatuan, aturan dan susunan dari berbagai bagian sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan gabungan kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Organisasi Formal dan informal
Ø Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

Organisasi Formal Memiliki suatu struktur yang terumuskan baik, yang menerangkan hubungan:
·       hubungan otoritasnya,
·       kekuasaan,
·       akuntabilitas dan tanggung jawabnya,
·       bagaimana bentuk saluran-saluran
·       melalui apa komunikasi berlangsung.
·       Menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya.

Ø Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Munculnya biasanya dikarenakan adanya sekelompok orang yang memiliki kebutuhan yang sama.
Contoh: makan malam bersama

Ø Sifat Organisasi Informal
·       Hubungan Didalamnya lebih bersifat spontan dan tidak teroganisasi
·       Tidak terdapat Pemimpin
·       Tidak bertitik tolak pada pengendalian Manajemen
Contoh: keluarga


Struktur organisasi dan penyusunannya
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dati tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu interaksi kemanusiaan, kegiatan yang terarah ke tujuan, dan struktur. Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan unuk mencapai tujuan organisasi.

Ø Hierarki Tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan. Tujuan-tujuan yang lebih luas menyangkut kemempulabaan, penjualan, pangsa pasar, dan jasa dipecah ke dalam tujuan-tujuan untuk masing-masng divisi, masing-masing pabrik, masing-masing departemen, masing-masing kelompok kerja, masing-masing karyawan individual.

Ø Departementalisasi
Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganalisisan kegiatan-kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan perusahaan kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, dan personalia. Masing-masing ditugaskan ke departemen atau bagian yang berbeda dalam perusahaan termasuk manager dan karyawan.

Ø Wewenang dan tanggung jawab
Dalam pendelegasian kegiatan, manajer memberikan tanggung jawab kepada bawahan untuk melaksanakan tugas-tugas yang ditugaskannya. Disamping tanggung jawab, bawahan juga diberi wewenang yang sepadan dengan tanggung jawab tersebut. Setelah melakukan tugas sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, bawahan harus memberikan pertanggungjawaban kepada atasannya.

Ø Jumlah bawahan yang harus ada di bawah seorang manajer
Rentangan pengendalian merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer. Faktor-faktor kritis dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal adalah jenis pekerjaan, pelatihan karyawan, kemampuan manajer, dan efektifitas komunikasi.

Ø Menjamin komunikasi yang efektif
Komunikasi merupakan tugas yang relatif sederhana bagi organisasi kecil. Sering komunikasi berupa tatap muka, dan perintah yang Komunikasi yang jelas sangat penting berfungsi organisasi secara lancar. Pesan-pesan, banyak yang dibeikan secara tertulis melalui beberapa jenjang dalam organisasi. Pengirim pesan harus mengetahui siapa penerimanya dan harus yakin bahwa pesan itu ditulis secara jelas serta dapat ditafsirkan secara benar.

Ø Menghindari pertumbuhan organisasi yang tidak perlu
Meningkatkan kekomplekan dan ukuran organisasi muncul kecenderungan untuk menambah personalia atasan dan spesialis. Perencana organisasi harus yakin bahwa jenjang manajer baru dan beberapa penasehat teknis sangat diperlukan, atau akan terjadi kenaikan sedikit dalam keluaran produksi atau efisiensi.

Ø Jenjang kebutuhan karyawan
Kebutuhan karyawan beserta jenjangnya dapat ditentukan atas dasar penemuan Abraham H. Maslow (seorang ahli Psikologi) tentang kebutuhan manusia. Menurut Maslow, kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi dapat memotifasi prilaku manusia, sedangkan kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak akan lama menjadi motivator.

Perilaku Keorganisasian
Perilaku Keorganisasian merupakan bidang studi yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi, meliputi studi secara sistimatis tentang prilaku, struktur dan proses dalam Organisasi. Organisasi diciptakan oleh manusia untuk mencapai suatu tujuan, dan pada saat yang sama manusia juga membutukan Organisasi untuk mengembangkan dirinya. Oleh sebab itu antara organisasi dengan manusia memiliki hubungankan yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Mempelajari perilaku keorganisasian sivatyah agak abstrak, tidak menghasilkan perinsip-perinsip yang sederhana, tetapi seringkali menemui perinsip-perinsip yang komplek dimana penjelasan atau analisanya bersifat situasional. Dalam perilaku keorganisasian tidak ada prinsip-prinsip yang berlaku umum yang dapat diterapkan pada semua situasi.

Ø Tingkatan analisis dalam perilaku organisasi
Kejadian-kejadian atau permasalahan yang terjadi dalam organisasi dapat dianalisis dari tiga tingkatan analisis, yaitu : tingkat individu, kelompok dan organisasi.
·       pada tingkat individu, kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis dalam hubungannya dengan perilaku seseorang dan interaksi kepribadian dalam suatu situasi. Masing-masing orang dalam organisasi memiliki sikap, kepribadian, nilai dan pengalaman yang berbeda bedayang mempengaruhinya dalam berperilaku.
·       Pada tingkat kelompok, perilaku anggota kelompok dipengaruhi oleh dinamika anggota kelompok, aturan kelompok, aturan kelompok dan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok.
·       Pada tingkat organisasi, kejadian-kejadian yang terjadi dalam kontek struktur organisasi, struktur dan posisi seseorang dalam organisasi membawa pengaruh pada setiap interaksi sosial dalam organisasi.

Struktur organisasi mempengaruhi bagaimana informasi dikomunikasikan dan keputusan tersebut. Faktor lingkungan eksternal memiliki pengaruh yang kuat pada masing-masing tingkatan analisis. Misalnya rendahnya produktivitas, karyawan yang malas/tidak masuk kerja. Kelambanan dalam penyelesaian unjuk rasa dan dipihak lain banyaknya desakan factor lingkungan yang mempengaruhi efektifitas organisasi, seperti: Tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas tinggi, persaingan yangbersifat global, fluktuasi ekonomi, tuntutan gaya hidup dll.


Thursday, March 3, 2016

Manajemen Umum


MANAJEMEN  UMUM

Pengertian manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur.
Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti "tangan". Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
 Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

Latar belakang sejarah manajemen
Beberapa orang melihat sejarah manajemen (dengan definisi) sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang terlambat). Dalam istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern, hanya merupakan pertanda. Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. Perkembangan pemikiran manajemen pada pedagang-pedagang Sumeria dan pembangun piramid Mesir yaitu para pemilik budak selama berabad-abad menghadapi permasalahan eksploitasi/memotivasi budak yang bergantung namun terkadang suka melawan (memaksa otoritas), namun banyak perusahaan pra-industri dengan skala mereka yang kecil, tidak merasa terdorong untuk menghadapi permasalahan manajemen secara sistematis. namun, inovasi seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke-15) dan kodifikasi kesekretariatan entri ganda (1494) menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan dan kendali manajemen.

Perencanaan
Perencanaa atau Planning merupakan suatu aktivitas menyusun, tujuan perusahaan lalu dilanjutkan dengan menyusun berbagai rencana-rencana guna mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditentukan. Planning dilaksanakan  dalam penentuan tujuan organisasi scara keseluruhan dan merupakan langkah yang terbaik untuk mencapai tujuannya itu. pihak manajer mengevaluasi berbagaii rencana alternatif sebelum pengambilan tindakan kemudian menelaah rencana yang terpilih apakah sesuai dan bisa dipergunakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan adalah proses awal yang paling penting dari seluruh fungsi manajemen, karena fungsi yang lain tak akan bisa bejalan tanpa planning.

Ada beberapa aktivitas dalam fungsi perencanaan
·       Menetapkan arah tujuan serta target bisnis
·       Menyusun strategi dalam pencapaian tujuan dan target tersebut
·       Menentukan sumber daya yang dibutuhkan
·       Menetapkan standar kesuksesan dalam pencapaian suatu tujuan dan target bisnis

Pengorganisasian
Pengorganisasian atau Organizing adalah suatu aktivitas penagturan dalam sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang lainnya yang dimiliki oleh perusahaan untuk bisa melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan dan mencapai tujuan utama perusahaan. Dalam bahasa yang lebih sederhana organizing merupakan seluruh proses dalam mengelompokkan semua orang, alat, tugas tanggung-jawab dan wewenang yang dimiliki sedemikian rupa hingga memunculkan kesatuan yang bisa digerakkan dalam mencapai tujuan. Organizing dapat membuat manajer mudah dalam melaksanakan pengawasan serta penentuan personil yang diperlukan untuk menjalankan tugas yang sudah dibagi bagi. pengorganisasian bisa dijalankan dengan menetukan tugas apa yg harus dikerjakan, siapa personil yang menjalankannya, bagaimana tugasnya dikelompokkan, siapa yang harus bertanggung jawab terhadap tugas tersebut. dibawah ini adalah aktivitas aktivitas yang ada dalam Organizing (fungsi pengorganisasian)

Pengarahan
Pengarahan atau Directing alias fungsi pengarahan merupakan fungsi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dengan optimal dan menciptakan suasana lingkungan kerja yang dinamis, sehat dan yang lainnya. Ada beberapa aktivitas yang dilakukan pada fungsi pengarahan:
Mengimplementasikan suatu proses kepemimpinan, penbimbingan, dan memberikan motivasi kepada pekerja suapay bisa bekerja dengan efektif serta efisien dalam mencapai tujuan yang ditetapkan
Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang pekerjaan
Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan

Pengkoordinasian
Koordinasi adalah penyatuan, integrasi, sinkronisasi upaya anggota kelompok sehingga memberikan kesatuan tindakan dalam mengejar tujuan bersama.  Ini adalah kekuatan tersembunyi yang mengikat semua fungsi lain dari manajemen. Menurut Mooney dan Reelay, “koordinasi adalah susunan teratur dari upaya kelompok untuk memberikan kesatuan tindakan dalam mengejar tujuan bersama”. Menurut Charles Worth, “koordinasi adalah integrasi dari beberapa bagian ke dalam lubang teratur untuk mencapai tujuan pengertian”. Manajemen berupaya untuk mencapai koordinasi melalui fungsi dasar perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan. Itulah sebabnya, koordinasi bukan merupakan fungsi yang terpisah dari manajemen karena mencapai keselarasan antara usaha-usaha individu terhadap pencapaian tujuan kelompok merupakan kunci keberhasilan manajemen. Koordinasi adalah inti dari manajemen dan implisit dan melekat pada semua fungsi manajemen.

Pengawasan
Pengawasan atau Controling merupakan kegiatan dalam menilai suatu kinerja yang berdasarkan pada standar yang sudah dibuat perubahan atau suatu perbaikan apabila dibutuhkan. aktivitas dalam fungsi pengendalian ini misalnya:
Mengevaluasii keberhasilan dalam proses mencapai tujuan dan target mengikuti indikator yang sudah ditetapkan
Menempuh langka klarifikasi serta koreksi atas terjadinya penyimpangan yang ditemukan

Memberi alternatif solusi atas masalah yang terjadi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html